Gugus Kendali Mutu

Gugus Kendali Mutu (GKM) atau dalam bahasa Inggris disebut dengan Quality Control Circle (QCC)  adalah suatu kegiatan dimana sekelompok pegawai yang bekerjasama dan melakukan pertemuan secara berkala dalam mengupayakan pengendalian mutu (kualitas) dengan cara mengidentifikasikan, menganalisis dan melakukan tindakan untuk menyelesaikan masalah yang dihadapi dalam pekerjaan dengan menggunakan alat-alat pengendalian mutu (QC Tools).

Quality Control Circle (QCC) atau Gugus Kendali Mutu (GKM) ini  pertama kali diperkenalkan oleh seorang ahli pengendalian mutu (kualitas) yaitu Prof. Kaoru Ishikawa pada tahun 1962 bersama dengan Japanese Union of Scientists and Engineers (JUSE). Perusahaan pertama yang menjalankan konsep Gugus Kendali Mutu (GKM) adalah Nippon Wireless and Telegraph Company pada tahun 1962.

Alat-alat pengendalian Mutu (QC Tools) tersebut biasanya disebut dengan QC 7 Tools yang diantaranya adalah terdiri dari :

● Pareto Chart
● Cause & Effect Diagram (Fishbone Diagram)
● Scatter Diagram (Diagram Tebar)
● Control Chart (Peta Kendali)
● Check sheet (Lembar Periksa)
●HistogramFlow Chart

8 Langkah dalam QCC

Metode yang digunakan dalam QCC adalah 8 langkah atau 8 step, yang terdiri dari :

  1. Penentuan Tema
  2. Penetapan Target
  3. Analisa Kondisi Yang Ada (ANAKONDA)
  4. Analisa Sebab Akibat
  5. Rencana Penanggulangan
  6. Penanggulangan
  7. Evaluasi Hasil
  8. Standarisasi dan Tindak Lanjut

PDCA dalam QCC

Sebenarnya delapan langkah untuk menyelesaikan masalah yang sedang dihadapi oleh QCC dapat dirangkum kedalam sebuah siklus yang dinamakan dengan PDCA.

PDCA merupakan singkatan dari nama-nama 4 siklus yang terdiri dari :

  1. Plan (perencanaan)
  2. Do (pengerjaan)
  3. Check (pemeriksaan)
  4. Action (tindakan)

Pengertian PDCA

PDCA adalah konsep yang digunakan untuk melakukan perbaikan berkesinambungan atau continuous improvement yang diterapkan didalam konsep QCC.

Istilah PDCA merupakan kependekan dari “Plan, Do, Check, Act” atau diterjemahkan sebagai : “Rencanakan, Kerjakan, Cek, Tindak lanjuti”.

Arti lain dari PDCA adalah suatu metode untuk membantu proses pemecahan masalah dengan empat langkah iterative yang umum digunakan didalam pengendalian kualitas.

Hubungan Siklus PDCA dengan 8 langkah QCC

1. Plan

Siklus yang pertama ini terdiri dari 4 langkah QCC yaitu :

  1. Menentukan Tema dan Analisa Situasi
  2. Menetapkan target
  3. Analisa faktor penyebab dan menemukan sumber penyebab
  4. Mencari ide-ide dan rencana perbaikan

2. Do

Siklus yang kedua ini terdiri dari 1 step QCC yaitu :

  1. Implementasi rencana perbaikan

3. Check

Siklus yang ketiga ini terdiri dari 1 step QCC :

  1. Evaluasi hasil perbaikan

4. Action

Siklus keempat ini terdiri dari 2 step QCC :

  1. Standardisasi dan rencana pencegahan
  2. Penetapan rencana berikut

Manfaat PDCA

Penerapan PDCA ini memiliki berbagai manfaat antara lain sebagai berikut :

  • Mempermudah pembagian wewenang dan tanggung jawab didalam organisasi.
  • Bisa menjadi pola kerja dalam perbaikan proses atau sistem di dalam organisasi.
  • Tata cara penyelesaian masalah dan pengendaliannya dengan pola yang runtun dan sistematis.
  • Sebagai kegiatan continuous improvement, agar dapat memperpendek alur kerja
  • Mengurangi dan menghapuskan pemborosan di tempat kerja, serta meningkatkan produktivitas.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *