Sistem Penilaian Resiko Dinas Perhubungan Kabupaten Klaten

Penilaian Resiko merupakan suatu aktivitas yang dilaksanakan untuk memperkirakan suatu risiko dari situasi yang bisa didefinisikan dengan jelas ataupun potensi dari suatu ancaman atau bahaya baik secara kuantitatif atau kualitatif. Penilaian risiko juga bisa diartikan sebagai suatu proses pemeriksaan keamanan dengan suatu struktur tertentu, pembuatan suatu rekomendasi khusus, dan rekomendasi pengambilan keputusan dalam suatu proyek dengan menggunakan analisis risiko , perkiraan risiko, dan informasi lain yang memiliki potensi untuk mempengaruhi keputusan.

Sebuah organisasi atau unit kerja harus berfokus pada penciptaan lingkungan kerja yang aman dalam rangka menegakkan citra organisasi/unit kerja mereka. Ketika citra organisasi/unit kerja ternoda, akan sulit untuk dapat merekrut orang-orang yang hebat dan konsumen tidak akan mau menggunakan produk/ jasa pelayanan yang kita miliki . Ketika pegawai menuntut bahwa kondisi kerjanya tidak aman atau telah terjadi cedera dalam pekerjaan, hasilnya bisa menjadi sangat mahal sekali karena telah melibatkan biaya hukum dan sosial.

Secara khusus untuk memulai Penilaian risiko terdapat hal-hal yang harus dipahami dan jelas yaitu:

  • Konteks dan objek dari organisasi
  • Resiko-resilo apa saja yang bisa ditoleransi, dan bagaimana resiko yang tidak diterima akan diperlakukan
  • Bagaimana penilaian resiko dapat diintegrasikan ke dalam proses organisasi
    • Metode dan teknik yang digunakan untuk penilaian resiko terhadap proses manajemen resiko secara keseluruhan
  • Akuntabilitastanggung jawab dan kewenangan dalam melaksanakan penilaian resiko
  • Sumberdaya yang memadai untuk melaksanakan penilaian resiko dan
  • Bagaimana penilaian resiko akan ditinjau dan dilaporkan.

Mengapa Penilaian Resiko itu Penting?

Merupakan suatu kewajiban untuk mengamankan semua pegawai saat bekerja. Keamanan lingkungan kerja merupakan perhatian utama untuk para pegawai, karena dapat merupakan sumber keluhan internal. Meskipun hanya ada sebuah keluhan kecil dari pegawai, tetapi hal ini juga harus diinvestigasi. Jika ada yang tidak peduli kepada resiko di tempat kerja, maka kita meletakkan diri kita, pegawai kita, pelanggan dan seluruh organisasi dalam bahaya.

Jika ini untuk keamanan pegawai, maka kita merekomendasikan segala hal untuk dapat memenuhi kondisi di atas standar minimal yang diperlukan untuk menghilangkan segala jenis resiko yang ada dan mengurangi jumlah pelaporan kasus keamanan.

Pengujian tempat kerja dan fungsinya harus dilakukan setidaknya sekali dalam satu tahun untuk dapat memberikan data terbaru jika ada resiko-resiko baru yang muncul atau untuk mengetahui apa yang bisa dilakukan untuk membantu para para pegawai dalam pekerjaannya. Dalam setiap kesempatan yang memungkinkan, sangat perlu proaktif daripada reaktif jika mengenai permasalahan keamanan.

Penilaian yang proaktif dapat diterapkan dalam sistem investigasi, seperti i-Sight, ke dalam tempat kerja anda untuk melakukan investigasi yang lebih baik dan mengelola setiap jenis kejadian dengan lebih baik. Sistem ini tidak akan membiarkan permasalahan keamanan lolos melalui kelemahan yang ada, system ini juga akan membantu anda menciptakan lingkungan kerja yang aman dengan melakukan pengawasan terhadap keluhan dan membuat penyesuaian yang diperlukan untuk menghilangkan permasalahan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *